Sudah 2 kali kami mencoba untuk naik ke Merbabu. Sudah 2 Jumat selalu stuck di basecamp. Percobaan pertama hanya sampai di salah satu basecamp desa Selo (Saya, Ruben, Nasya, Rendy, Plongoh). Jumat selanjutnya, kami (Saya, Ruben, Nasya, Rendy, Plongoh, Brian) mencoba mendaki Merbabu via desa Wekas, Kaponan atas usul mas Mike. Usaha untuk mencapai, bahkan pos I Merbabu, masih gagal. Kita terhenti di basecamp salah satu rumah warga bernama mas Marmin. Kegagalan kita kali ini karena terlalu malam sampai basecamp dan juga dikarenakan teman kami, Brian, tidak kuat dan mukanya menjadi sangat pucat saat baru beberapa ratus meter mendaki. Kami kemudian memutuskan untuk kembali ke basecamp. Akhirnya hari Sabtu pukul 12 kita kembali ke Jogja setelah mengeluarkan uang yang cukup banyak.
Lalu, pada tanggal 27 April 2010, kami berkumpul di Khatulistiwa untuk merencanakan perjalanan mencoba mendaki Merbabu lagi. Kami benar-benar merencanakan dengan serius. Demi terwujudnya rencana sampai ke puncak tertinggi Merbabu yang bernama Kenteng Songo, kami mengajak mas Mike yang pernah mendaki Merbabu via Wekas. Rencananya kami akan berangkat pada hari Jumat tanggal 30 April. Dua hari sebelum berangkat, Yopek dan mas Panji ingin ikut mendaki juga. Semua dipersiapkan dan ditentukan pada hari Jumat semua sudah bersiap di Khatulistiwa untuk berangkat. Hari Jumat, hari yang kami tunggu, khususnya saya..
Jumat, 30 April 2010
(13.00) Saya, Ruben, Nasya, Rendy, Plongoh, Yopek, dan mas Panji sudah berkumpul di Khatulistiwa (toko gear outdoor sebelah timur UPN). Setelah re-pack kami menunggu mas Mike yang tidak kunjung datang dari pergi meminjam carrier. Kami sangat kepanasan menunggu di dalam toko Khatulistiwa tersebut. Bahkan kami merasa bahwa usaha kali ini gagal lagi.
(14.45) Akhirnya mas Mike datang juga dengan diantar Henry. Setelah packing lagi, nitip barang sana-sini, dan manggil mas Panji yang tadi pulang ke kost (ga tahan panas di dalam toko), kamipun keluar dari toko dan siap-siap berangkat. Rendy dan Yopek berangkat duluan dengan motor dan berusaha untuk cari-cari pinjeman kamera untuk dokumentasi di Merbabu nanti. Jadi kami berenam yang akan naik bis.
(15.26) Berdoa di depan Khatulistiwa sebelum berangkat. Setelah berdoa, kami berenam berjalan menuju halte/shelter Trans Jogja depan UPN. Harga tiket per orang sebesar Rp 3000,00. Kami menggunakan jalur 3A dengan tujuan terminal Jombor.
(15.35) Transit di shelter Condongcatur untuk ganti jurusan 2A yang langsung menuju terminal Jombor.
(15.50) Perjuangan berat di dalam bis Trans Jogja. Berdiri, bawa carrier berat, bisnya ngebut sampai kita semua kepontang-panting. Ada kejadian gagang tramuntinaku (tak taruh di samping carrier bagian luar) kena kepala salah satu penumpang yang berdiri persis di belakangku. Hahaha.
(16.00) Sampai di Terminal Jombor, cari bis jurusan Semarang. Biaya sampai Terminal Tidar, Magelang Rp 7000,00 per orang.
(16.30) Sampai daerah Salam, perbatasan Jogja-Magelang. Ga bisa tidur di bis. Malah dipasrahi komik sialan yang dibawa Plongoh, marai repot tenan, bingung arep dideleh endi.
(17.13) Lewat depan Seminari Mertoyudan. Mas Mike crita-crita tentang masa sekolah di sana dulu (keluar karena ga kuat. Haha). Jalan macet sampai kernet bis yang kita tumpangi marah-marah karena bentar-bentar harus ngganjel ban belakang bis biar bisnya nggak mundur.
(17.27) Sampai Terminal Tidar, Magelang. Karena informasi seorang bapak, kita tahu kalau bis terkahir arah Wekas baru saja (jan lagi wae) berangkat.
(17.33) Setelah mencari angkutan, akhirnya kita dapet angkutan colt berplat hitam di depan gerbang terminal. Setelah tanya harga, kernet angkutan minta Rp 15.000,00 per orang. Mahal banget! Setelah tawar-menawar akhirnya dapet Rp 80.000,00 untuk 6 orang. Tetep wae larang. Jinguk (misuh dalam hati). Langit agak mendung, banyak awan tebel, berdoa semoga gak hujan ya Tuhan.
(18.10) Sampai pos ojek jalan raya gerbang/gapura Kaponan. Di sini kami ketemu Rendy danYopek yang udah sampai dari tadi. Makan di warung depan, seberang pos ojek. Foto-foto di dalam warung sambil menikmati teh anget.
(19.10) Selesai makan, habis Rp 51.000,00 untuk 8 orang dengan menu nasi goreng + teh anget. Beli rokok di warung sebelah, 4 bungkus Gudang Garam Merah kretek sama 1 bungkus Sampoerna kretek.
(19.15) Nyebrang dari warung, mulai jalan masuk ke gerbang menuju ke desa Wekas. Jalan mulai nanjak, Nasya naik motornya Yopek, yang lain jalan.
(20.35) Setelah perjalanan yang berat, gelap, lewat hutan pinus, akhirnya sampai di basecamp rumah mas Marmin. Seneng karena bisa jalan bawa carrier selama kira-kira 1,5 jam sampai basecamp, bangga dab, haha. Istirahat, sekalian adaptasi di ketinggian hampir 1000 mdpl.
(22.15) Setelah ngecek ulang alat-alat, sempat nyoba mbenerin headlampku yang rusak tapi tetep ga bisa nyala, kami pemanasan didepan basecamp. Ambil carrier, berdoa, dan siap berangkat.
(22.25) First step dari basecamp naik ke Merbabu menuju pos I. Siap!!
(23.00) Kayaknya salah jalan deh. Kayak jalan yang udah lama ga dilewatin orang. Tramuntinanya Ruben hilang, dicari sama mas Panji yang bertugas sebagai sweaper ga ketemu. Saatnya tramuntinaku beraksi, sring-sring.
Sabtu, 1 Mei 2010
(00.08) sampai pos I! Bonus! Ada pipa tegak kayak tiang, hutan terbuka, jadi bisa liat bintang. Selamat Ulang Tahun Ruben !!
(00.18) Lanjut..
(01.15) Ketemu jalur pipa (yang dari tadi dicariin ga ada). Liat pemandangan (dari pinggir jurang) lampu-lampu kota yang ada di bawah + air terjun dan suaranya yang menentramkan.
(02.46) Istirahat lagi sambil duduk liat pemandangan yang indah dari atas ditambah beberapa kali cahaya oranye petir di kejauhan. Kayak Sauron di film The Lord of The Ring. ^^
(04.00) takut (ga sampai-sampai di pos II), capek, ngantuk. Ada ular! Vegetasi setinggi dadaku, rasanya kayak dimakan rumput. Mas Mike cari jalan ke kiri, malah ketemu jurang, akhirnya lanjut di jalur jalan yang sebelumnya.
(05.00) sampai pos II !! Dingin, anginnya lumayan kenceng. Bagi tugas, aku, Ruben, mas Panji ndiriin 2 tenda. Yang lain cari kayu dan nyalain api unggun. Sumpah, adem tenan!
(06.00) Ga jadi ke puncak untuk liat sunrise karena semua udah capek. Tidur dulu, masuk SB (sleeping bag), tidur mepet-mepet di dalam tenda biar anget. 1 tenda kapasitas 3-4 orang diisi 5 orang.

(09.30) Terbangun karena cahaya matahari yang panas menyengat. Sarapan mie tapi cuma dapet dikit, males masak lagi. Ngisi air untuk persediaan ke puncak.

(11.00) Berangkat dari pos II dengan tujuan Kenteng Songo.

(12.15) Sampai di Pos III. Udah diatas awan! Pemandangan bagus banget!
Pos III tu pertigaan kalau lurus arah puncak Tower, kalau ke kanan arah Kenteng Songo.
Persediaan air menipis, tinggal 1,5 liter (Rendy minum terus, ga kuat haus)

(12.40) Sampai di memoriam. Istirahat sebentar sambil liat pemandangan. Ada asap belerang yang naik ke atas.

(13.00) Goes to Jembatan Setan!
(13.37) Menyusuri jambatan setan. Rendy banyak berhenti untuk istirahat.
(14.27) Jalan nanjak +- 50o . Sampai batu besar, pertigaan. Kiri puncak Syarief, kanan puncak tertinggi Kenteng Songo.
Rendy nyerah, dadanya sakit, susah nafas. Ditinggalin air sedikit.
Akhirnya hanya 5 orang yang melanjutkan perjalanan (aku, Yopek, mas Mike, mas Panji, Plongoh).

(15.00) PUNCAK MERBABU!! KENTENG SONGO!! 3.142 mdpl. DIATAS AWAN!! LIAT GUNUNG MERAPI KAYAK DEKET BANGET!! TRIMAKASIH TUHAN!! BIR KEMENANGAN!!
Foto-foto sepuasnya ( + Sang Saka Merah Putih)
Makanan= 0, air putih= 0



(15.30) Pas setengah jam di puncak, dan akhirnya harus turun. Takut kemaleman. Dadah Kenteng Songo…
Turun tanpa air dan makanan sedikitpun.
(17.15) Sampai di pos II. Ngrasain air putih dan mi rebus terenak saking haus dan lapernya.
(18.15) Mulai gelap, ga ada penerangan untuk packing, tambah susah ngliat barang.
Temen-temen nemuin celdam di dalem plastik dekat api unggun. Hahaha.
(19.40) Packing selesai, tenda udah masuk carrier. Pipis bareng-bareng ke arah api unggun biar mati. Ambune kebule pesing tenan, huek. Wkwkwk.
(19.45) Berdoa lalu bergerak turun.
(22.15) Udah jalan lama dan jauh banget tapi ga sampai-sampai rumah mas Marmin. Kayaknya salah satu bukit, kita jalan terlalu kearah selatan.
(23.32) Istirahat untuk yang kesekian kalinya (ke-4 apa ya). Minum, ngrokok. Liat hal-hal aneh. Berdoa.
Minggu, 2 Mei 2010
(01.15) Akhirnya sampai basecamp mas Marmin juga!! Trimakasih Tuhan! Tadi ketemu 2 orang (?) aneh..
(01.40) Rendi dan mas Panji pulang ke Jogja naik motor.
Ber-6 yang ada di basecamp (aku, Plongoh, mas Mike, Ruben, Nasya, Yopek) serentak mengeluarkan SB dan kemudian tidur dengan kelelahan yang sangat.
(09.00) Bangun tidur. Pundak sama betis kaki sakit.
Cuci muka, sikat gigi, pesen sarapan (nasi+mi rebus+telur dadar)
(09.33) Makanan udah jadi, makan di ruang keluarga mas Marmin.
(10.10) SB menggoda, tidur lagi deh. Capek+dingin, enak banget untuk tidur.
(12.22) Bangun. Packing mau turun dari basecamp.
(14.00) Selesai packing, berdoa, mulai jalan kaki turun dari rumah mas Marmin.
Bayar makan+tempat+parkir = Rp 30.000,00.
(15.30) sampai jalan raya, gapura.
(15.35) makan lagi (nasi goreng+teh) anget). 6 orang = Rp 50.000,00. Pada nggak habis, dibungkus.
(16.33) kehabisan bis arah kota Magelang (terminal Tidar). Nyoba numpang, jempol beraksi.
Jempol berhasil!! Pulang naik mobil Inovanya mas Roni. AB 1851 HE.
(18.10) turun di jalan Kaliurang. Jalan ke shelter transjogja.
(18.20) Sampai shelter Jakal naik jalur 3B, Rp 3.000,00/orang.
(18.33) Sampai di shelter AMIKOM, turun, jalan kaki ke angkringan mas Slamet.
(18.44) sampai tempat mas Slamet, Khatulistiwa. Langsung pesen teh anget sama sate usus.
(19.00) Istirahat, nggelar tikar di depan Revo, crita-crita tentang Merbabu. Sharing, curhat, belajar banyak dari Merbabu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar