Kamis, 15 Juli 2010

Dear my bradda sista

Ah, tak terasa selesai sudah perjalanan kemarin. Waktu terasa cepat berlalu ditelan pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan. Tak terdengar lagi tawa-tawa renyah yang biasa kudengar. Keceriaan-keceriaan yang ada terasa menjadi kaku. Kepulan asap rokok menjadi sebatang kara. Wangi kopi yang hangat menjadi begitu cepat dingin.

Ah, masih sangat lekat diingatan tentang hari kemarin. Lingkaran kesenangan yang takkan terlewatkan dalam memori otakku yang terbatas. Deru air, desir angin, kucuran keringat yang terangkai dalam canda-canda bahagia. Derap langkah yang disandari berat carrier membuatku rindu. Pandangan mata yang lepas seakan bebas dari semunya rutinitas.

Ah, akhirnya kita pulang. Kembali pada rutinitas-rutinitas semu. Aktivitas-aktivitas jemu yang menunggu. Udara kurasakan begitu bisu. Matahari dan bintang yang begitu bersahabat menjadi sebuah ruang hampa yang tak terjangkau. Cahaya-cahaya lampu begitu kaku dan aku tak tahu. Pohon yang hijau terselimuti bangunan-bangunan yang semakin tak kumengerti.

Ah, sepertinya aku mulai rindu. Aku begitu rindu. Aku rindu kamu. Aku rindu kalian. Aku rindu mereka. Aku rindu kisah-kisah lalu. Aku hanya rindu. Tanganku rindu. Kakiku rindu. Badanku rindu. Mataku rindu. Kupingku rindu. Hatiku rindu. Otakku rindu. Derap langkahku rindu. Tawaku rindu. Semangatku rindu.Aku hanya rindu.

Kawan, aku begitu rindu. Kehangatan yang terlewati begitu erat mendekap kalbu. Senja kini tak lagi sama. Fajar pun begitu biasa.

Kawan, saat ini kurasakan begitu sepi. Senyap yang merangkak perlahan bertopeng keramaian menusukku. Sadar mengagetkanku, membuatku terjaga seketika, tak ada lagi kalian. Aku hanya rindu.

Ah, aku hanya rindu.

-Mike Jr. Voy-

2 komentar:

komentar